Pintu Masuk dan Makam Sunan Gresik

Hallomuslim.com – Sunan Maulana Malik Ibrahim atau yang kerap disebut Sunan Gresik ini merupakan Sunan tertua dari delapan Sunan lainnya. Sunan Gresik, dipercaya merupakan penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa.

Mungkin inilah yang menjadi penilaian mengapa Sunan Malik Ibrahim dikatakan sebagai Sunan tertua dibanding yang lainnya. Setelah beliau meninggal di tahun 1419, beliau di makamkan di jalan Sunan Malik Ibrahim, desa Gapurosukolilo, Gresik, Jawa Timur.

Menurut sejarah yang berkembang, Sunan Malik Ibrahim pertama kali menyebarkan agama Islam di Gresik yaitu di desa Sembalo, sekarang adalah daerah Leran, Kecamatan Manyar, yaitu 9 kilometer ke arah utara kota Gresik. Beliau mulai menyiarkan agama Islam di tanah Jawa bagian timur, dengan mendirikan masjid pertama di desa Pasucinan, Manyar.

Untuk menyebarkan Agama Islam di Gresik, Sunan Maulana Malik Ibrahim memakai metode pergaulan dengan menggunakan Tutur bahasa yang sangat ramah, meski kondisi masyarakat Gresik yang cukup keras karena tempaan hidup di daerah pesisir, namun beliau secara perlahan bisa masuk dan membaur dengan masyarakat.

Beliau tidak menentang kepercayaan hidup dari penduduk Gresik asli, melainkan hanya memperlihatkan keindahan dan kebaikan yang dibawa oleh agama Islam. Inilah yang menjadi alasan kuat mengapa masyarakat Gresik akhirnya banyak yang memeluk Islam.

Komplek Makan Sunan Gresik

Makam Maulana Malik Ibrahin ini terletak didaerah Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Untuk menuju ke lokasi cukup mudah, dari arah Surabaya kita tinggal menuju ke arah Gresik melalui tol.

Setelah melewati tol Tambak Osowilangun dan memasuki kota Gresik yang ditandai oleh gapura besar, tinggal melanjutkan perjalanan menuju arah alun-alun kota Gresik. Lokasi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, tak jauh dari alun-alun, hanya sekitar beberapa ratus meter saja.

Kompleks makam ini sebenarnya tidak terlalu luas. Terdapat aula lebar setelah peziarah memasuki gapura utama. Pada lantai bawah aula bisa digunakan untuk beristirahat dan sholat, sedangkan di lantai atas aula digunakan untuk kantor kepengurusan.

Untuk bisa berzdikir di dekat makam, peziarah akan melewati gapura besar berwarna putih dengan jarak yang tidak terlalu lebar. Setelah melewati gapura, akan tampak bangunan utama yaitu cungkup makam utama yang di dalamnya terdapat  makam Sunan Maulana Malik Ibrahim. Bangunan utama ini dikelilingi halaman yang luas dengan banyak makam-makam lain di sana.

Di tengah cungkup, ada tiga makam yang bahan dan warnanya hampir sama, namun dengan ornamen dan ukuran sedikit berbeda. Di ujung kiri adalah Makam Maulana Malik Ibrahim, di sebelahnya adalah makam sang isteri yaitu Syayyidah Siti Fatimah, dan di sebelahnya lagi adalah makam sang putera, Syekh Maulana Maghfur.

Ketiga makam ini dikelilingi oleh pagar stainlees sebagai pengaman. Ketiga makam ini tampaklah mudah untuk dinikmati dan dipandang karena peziarah diizinkan untuk mengambil foto atau mendekati makam utama dengan leluasa.

Setelah berdzikir dan mengirimkan doa untuk Sunan Maulana Malik Ibrahim, peziarah bisa melanjutkan perjalanan wisatanya dengan berbelanja oleh-oleh. Lokasinya, ada di sepanjang gang yang menjadi penghubung antara lokasi parkir bus dengan lokasi makam. Saat ini lokasi parkir bus untuk peziarah memang berada agak jauh dari makam.

Hal ini difungsikan untuk mencegah terjadinya macet yang disebabkan oleh bus yang parkir sembarangan di pinggir jalan di sepanjang jalan Maulana Malik Ibrahim. Dengan penataan seperti ini, kemacetan bisa terhindarkan.

 

LEAVE A REPLY