Istimewa

Hallomuslim.com – Peristiwa Tsunami dahsyat yang terjadi pada bulan Desember tahun  2004 lalu masih jadi perhatian dikalangan para peneliti. seperti tim riset dari Bandung yang telah menemukan sebuah jejak tsunami purba di Aceh Selatan. Adanya jejak tersebut diwillayah selatan memang jarang diketahui, karena kebanyan dari para peneliti lebih fokus pada wilayah Aceh Utara.

Pada penelitian paleotsunami (tsunami purba), Survei pertama adalah mencari lokasi terbaik di wilayah pesisir barat Aceh Selatan, karena daerah tersebut memiliki tanah yang masih mengawetkan endapan hasil kejadian tsunami di masa silam. “Lokasi tersebut diantaranya berupa rawa, lagun, atau sawah. 

Survei disertai pengeboran dengan tangan, pengamatan data stratigrafi (lapisan batuan) hasil pengeboran, dan pengambilan contoh untuk analisa sedimentologi dan mikropaleontologi di laboratorium. Dari beberapa lokasi survei yang didatangi, ada dua tempat yang mengindikasikan adanya endapan tsunami purba.

Di Sibadeh, tim menemukan sebuah kandidat paleotsunami berupa lapisan pasir sedang hingga kasar di antara lapisan gambut pada kedalaman 220 sentimeter. Ketebalan lapisan pasir itu maksimal 10 sentimeter.  Adapun di lokasi lain, Ladang Tuha, tim mendapat sebuah kandidat paleotsunami berupa lapisan pasir sedang hingga halus pada kedalaman 130 sentimeter dengan ketebalan maksimal 6 sentimeter. 

Kedua temuan tersebut bisa berasal dari kejadian tsunami yang sama atau berbeda waktunya. Riset tersebut kini belum final. Kepentingan dari hasil riset dan data survei mengenai tsunami purba yang terjadi di Aceh Selatan itu nantinya akan dijadikan sebagai salah salah data untuk mengetahui waktu perulangan dari kejadian tsunami.

Adapun Tim peneliti dari Bandung ini terdiri dari Purna Sulastya Putra, Supartoyo, dan Nia Kurnia Praja. Ketiganya merupakan dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. Hasil riset trersebut disampaikan dalam acara Geotechnology Expo di kantor LIPI Bandung, 14 Desember 2016.  (dyt)
 

LEAVE A REPLY