DR. Zakir Naik (Da'i Lintas Dunia/Foto : Istimewa)

Hallomuslim.com – Dai kondang asal India, Zakir Abdul Karim Naik akan melakukan safari dakwah di Indonesia bertajuk ‘Zakir Naik Visit Indonesia 2017’ selama 10 hari. Dimulai pada Jumat (31/3/2017) dan berakhir pada Minggu (9/4/2017).

Rencananya, Zakir Naik akan ceramah di beberapa tempat, antara lain di Bekasi, Jawa Barat; kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta; dan di Pesantren Modern Gontor serta Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Bagi yang ingin menghadiri acara ini, panitia ‘Zakir Naik Visit Indonesia 2017’ mempersilakan datang sebab terbuka untuk umum. Selain itu, tak dikenakan biaya kepersertaan alias gratis.

Menariknya pula, Zakir Naik datang ke Indonesia atas biaya sendiri.  Dikutip dari keterangan panitia yang dimuat pada laman Suara-Islam.com, pakar teologi itu juga tak meminta uang honorarium kepada panitia.

Permintaannya hanya akomodasi selama di Indonesia, jumlah peserta yang banyak, sound system yang bagus, dan jaminan keamanan selama acara berlangsung.

Sebelumnya, pada April 2016, Zakir Naik sempat dikabarkan diagendakan menjadi narasumber pada talk show ‘Comparative Religion, Shining Beyond Borders’ dalam rangka milad Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke-35. Namun, belakangan panitia talk show batal menghadirkan Zakir Naik karena alasan padatnya agenda.

Ceramah, Debat, dan Kontroversi

Zakir Naik telah mengadakan banyak debat dan ceramah di seluruh dunia. Dikutip dari Wikipedia.org, ia biasa mengadakannya di Mumbai, India, dan setiap tahun sejak 2007 ia memimpin Konferensi Damai 10 hari di Somaiya Ground, Sion, Mumbai dengan cendekiawan lainnya, termasuk politikus Malaysia, Anwar Ibrahim pada 2008.

Tahun 2004, Zakir Naik mengunjungi Selandia Baru dan kemudian ibu kota Australia atas undangan Islamic Information and Services Network of Australasia.

Dalam konferensinya di Melbourne, menurut jurnalis Sushi Das, “Naik memuji superioritas moral dan spiritual Islam dan mencerca kepercayaan lain dan bangsa Barat secara umum”, menambahkan bahwa kata-kata Zakir Naik “mendorong jiwa keterpisahan dan memperkuat pemisahan”.

Bulan 1 April 2005, Zakir Naik terlibat dalam debat dengan William Campbell, topiknya ialah Islam dan Kristen dalam konteks ilmu pengetahuan, di mana keduanya membicarakan dugaan kesalahan ilmiah di dalam kitab suci.

Khushwant Singh, seorang jurnalis India, mengatakan bahwa kata-kata Zakir Naik “kejam” dan “mereka jarang masuk debat tingkat sarjana perguruan tinggi, di mana kontestan bersaing dengan yang lainnya untuk memperoleh nilai terbaik”.

LEAVE A REPLY