Istimewa

GlamourIndonesia.com – Hampir dua decade lebih wisma 46 telah menjadi figur ikonik di skyline Jakarta. Bahkan dibukanya Sahid Sudirman Center bulan Maret lalu dengan tinggi 258m dan menghabiskan biaya Rp 1.5 triliun masih belum menggeser gedung setinggi 262 m itu dari posisi pertama sebagai gedung tertinggi di Indonesia sejak 1996.

Walaupun begitu, Indonesia masih tertinggal perihal jumlah gedung pencakar langit jika dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Singapura, Filipina dan Thailand. Dari 122 gedung yang ada di Jakarta saat ini, hanya 52 yang dikategorikan sebagai pencakar langit, mempunyai tinggi lebih dari 150 meter.

Menjawab dari ketertinggalan gedung pencakar langit tersebut, Artha Graha Group milik taipan Tommy Winata sedang merealisasikan pembangun gedung tertinggi di Indonesia dengan nama Signature Tower Jakarta.

Properti multifungsi yang dikembangkan oleh PT Grahamas Adisentosa milik Artha Graha Group ini sejak 2012 realisasi konstruksinya selalu mundur. Hingga kabar terakhir pada 2015, rancangan gedung ini baru lolos sidang Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK).

Managing Director Pandega Desain Weharima sebagai mitra lokal SRSSA, Prasetyoadi, memastikan proyek yang dirancang Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc. (SRSSA), ini tidak dibatalkan sebagaimana rumor yang beredar di kalangan pecinta pencakar langit.

Gedung dengan ketinggian 638 meter ini mencakup 111 lantai. Di dalam bangunan ini, akan terdapat apartemen, perkantoran, hotel, dan juga pusat belanja.

Jika Signature Tower Jakarta terbangun, akan menempati posisi tertinggi ke-75 di dunia. Klasemen ini mengacu pada data terkini Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), yang mencakup proyek masa depan, dalam perencanaan, tahap konstruksi, dan sudah terbangun alias beroperasi.

 

LEAVE A REPLY