Hallomuslim.com – Ketua Program SI Jurusan Bisnis Universitas Prasetya Mulya Agus W Soehardjo memiliki pandangan terhadap orang-orang yang ingin memulai suatu usaha. Menurut Agus, passion menjadi faktor yang penting dalam menunjang suatu keberhasilan usaha. Karena dasarnya orang tersebut suka pada bidang usaha yang dipilihnya.

Agus menambahkan akan sulit bagi seseorang menjalankan suatu usaha kalau tidak ada passion. “Nanti jadi gampang putus asa dan gampang menyerah,” ujarnya. Beda bila orang tersebut misalnya senang dengan dunia fesyen, maka dia akan berusaha kuat mengetahui seluk-beluk usaha yang terkait dengan dunia fesyen.

Misalnya dia berupaya untuk mencari informasi fesyen tertentu yang sedang menjadi tren di suatu kawasan. “Umpamanya dia tahu informasi tren fesyen masyarakat di Bekasi lalu akan mencari produk di pusat-pusat fesyen seperti Tanah Abang lalu dijual ke daerah tersebut,” papar Agus.

Begitu pula kalau misalnya sang calon pelaku usaha tersebut senang pada bidang kuliner. Yang bersangkutan akan berupaya meramu resep terbaik. Setiap gagal meramu lagi sampai berhasil menentukan standar yang pas. Pasalnya, tambah Agus, usaha kuliner tidak boleh terjadi perubahan rasa. Contohnya rasa soto pada pagi hari berbeda dengan rasa pada sore harinya.

Pertimbangan berikutnya kata Agus adalah mengenai skill. Bila tidak mempunyai keterampilan pada bidang tersebut akan berdampak pada keputusan usaha. Nantinya orang tersebut tidak berani untuk mengambil keputusan yang ada risikonya. Padahal salah satu keberhasilan dalam bisnis adalah  pelaku usaha harus berani mengambil risiko.

Adapun faktor modal, menurut Agus ada pada urutan terakhir. Sebab banyak usaha-usaha kecil yang akhirnya berkembang menjadi besar bermula dari modal kecil. Agus melanjutkan modal sifatnya mengalir seiring perkembangan usaha.

Masih menurut Agus, cara paling mudah untuk memilih bidang usaha adalah membeli waralaba. Kalau memang seperti itu, maka yang perlu diperhatikan adalah mencermati rekam jejak pewaralaba. Paling tidak usaha waralaba sudah berjalan tiga tahun baru boleh dijual.

Jangan ambil resiko dengan cara menjadi mitra warabala yang umurnya baru setahun. Menurut Agus warabala baru setahun usahanya belum stabil. Nah kalau sudah bertekad beli waralaba usahakan berkunjung ke outlet-outlet yang sudah ada. Lihat bagaimana perkembangannya.

LEAVE A REPLY