Gapura Masuk Makam Sunan Ampel

Hallomuslim.com – Menjadi salah satu bagian dari 9 wali atau Walisongo yang memiliki peran penting dalam menyebarkan islam di Nusantara, makam dari sunan ampel ini terlihat sangat sederhana.

 Makam Kanjeng Sunan Apel ini hanya berbalut kain putih pada batu nisannya tanpa penutup atap. Untuk membatasi para peziarah yang datang, disekitar makam hanya dibatasi dengan pagar besi biasa yang terbuat dari alumunium steel saja. Tak ada cungkup makam atau ornament lainnya.

Makam Sunan Ampel berada dibalik pagar tersebut, letaknya bersebelahan dengan makam Dewi Condrowati (Nyai Ageng Manila), isteri pertamanya yang merupakan puteri Adipati Tuban Arya Teja.

Dari Condrowati, Sunan Ampel memiliki anak Siti Syariah (istri Sunan Kudus), Siti Mutmainah (istri Sunan Gunung Jati), Siti Khafshah (istri Sunan Kalijaga), Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Qosim (Sunan Drajad Sedayu)

Sedangkan dari isteri keduanya yang bernama Dewi Karimah, Sunan Ampel menurunkan Dewi Murthosiah (menikah dengan Sunan Giri) dan Dewi Murthosimah (menikah dengan Raden Fatah). Sunan Ampel diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa.

Selain pusat makam, kesederhanaan ini pun terlihat dari beberapa area disekitarnya, seperti gapura pintu masuk, jalan masuk hingga masjid Ampel. Meski sangat sederhana, namun lingkungan sekitar makam Sunan Ampel tampak sangat bersih.

Makam Sunan Ampel Surabaya ini terletak di kompleks Masjid Ampel, Jl. Ampel Suci 45 / Jl. Ampel Masjid 53, Surabaya atau terletak sekitar 500 meter dari kawasan jembatan merah. Ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menuju ke lokasi makam. Pasalnya lokasi makam Sunan Ampel ini berada tepat dipusat kota Surabaya.

Gapura Sunan Ampel ini disebut sebagai Gapuro Madep, yang artinya menghadap (kiblat). Makam Sunan Ampel berada dalam sebuah kompleks makam yang sangat luas, yang juga menjadi tempat pemakaman para pengikutnya seperti Makam Mbah Shonhaji, atau Mbah Bolong.

Konon ketika orang-orang meragukan arah kiblat Masjid Ampel, Mbah Bolong membuat lubang kecil di dinding masjid dengan jarinya, dan dari lubang itu para santri bisa melihat Ka’bah yang berada di Mekah.

Mbah Bolong adalah bekas Nakhoda kapal, sehingga bisa jadi ia menggunakan pengetahuannya tentang ilmu falak atau ilmu perbintangan untuk menetapkan arah kiblat bagi Masjid Sunan Ampel itu. Sebagai pelaut tentu ia sangat faham tentang posisi bintang di langit untuk menetapkan lokasi.

Selain Gapuro Madep, ada juga Gapuro Paneksen yakni gapuro yang dilambangkan sebagai Rukun Islam pertama, syahadat, bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusannya.

Di dalam kompleks makam juga terdapat pendopo tempat berteduh, sementara halamanya yang luas dilapis paving block rapi dan bersih, serta dinaungi beberapa batang pohon pelindung. Kabarnya para peziarah banyak yang berkunjung pada hari Jumat, atau pada hari libur, dan semakin banyak lagi menjelang dan selama bulan puasa.

Area sekitar Kompleks Makam Sunan Ampel Surabaya ini juga bisa ditemui Petilasan Sunan Kalijaga yang berpagar besi terpisah dari kompleks makam utama. Sunan Kalijaga adalah salah satu sunan wali songo yang dikenal gemar bepergian dalam menjalankan dakwahnya, sehingga petilasannya bisa dijumpai sampai di Cirebon.

Di dalam area makam terlihat deretan gentong berisi air yang dialirkan dari sebuah sumur di kompleks Masjid Ampel yang konon mengandung tuah. Di kawasan komplek tersebut juga terdapat makam Mbah Soleh yang jumlahnya ada sembilan, karena konon ia meninggal sembilan kali.

Semasa hidupnya, Mbah Soleh bertanggung jawab menjaga kebersihan Masjid Ampel, dan lantai masjid selalu bersih dari debu. Masjid Ampel menjadi kotor ketika Mbah Soleh meninggal, dan Sunan Ampel pun berucap bahwa jika Mbah Soleh hidup maka masjid akan menjadi bersih kembali.

Konon Mbah Soleh pun hidup kembali, demikian berlangsung sampai ia dikubur sembilan kali, dan tidak hidup lagi setelah Sunan Ampel wafat. Kisah ini tampaknya yang menginspirasi dan membuat kompleks Masjid dan Makam Sunan Ampel selalu bersih dan terawat.

 

LEAVE A REPLY