Hallomuslim.com – Peluang usaha busana muslim memang sangat menjanjikan meski digempur busana asal impor. Penduduk Indonesia yang sebagian besar beragama Islam menjadi potensi pasar yang sangat menggiurkan. Tidak hanya Indonesia saja, potensi luar negeri pun cukup tinggi, terutama di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Designer fesyen Heri Bisma, juga mengakui Indonesia sangat berpotensi di dunia fesyen busana muslim saat ini. Menurutnya, meski belum bisa bersaing dengan designer luar, para designer lokal juga terus berupaya melakukan kreasi produk yang baru. Lebih lanjut ia menerangkan, salah satu karya fesyen anak-anak negeri yang kreatif dan modis dihadirkan oleh Komunitas Hijabers. Atas dasar itu, ia menyarankan terutama perancang busana muslim untuk bergabung dalam Komunitas Hijabers.

Apalagi saat ini model busana muslimah ala Komunitas Hijabers sedang banyak diminati. Komunitas wanita  berjilbab yang anggotanya juga banyak yang berasal dari kalangan desainer ternama ini mampu mendobrak pakem busana muslim yang selama ini identik dengan citra kuno, dan kampungan. Bahkan rancangan busana muslim itu juga diminati konsumen mancanegara, termasuk mereka yang tak mengenakan busana muslim.

Diajeng Lestari founder sekaligus Managing Director HijUp.com menambahkan saat ini nilai belanja fashion dunia mencapai US$ 1,7 triliun per tahun. Sedangkan belanja fashion Indonesia mencapai US$ 10 miliar per tahun. HijUp.com adalah  situs belanja online  khusus fashion muslimah yang berdiri sejak Juli 2011.

Tren. Diajeng Lestari yang akrab disapa Ajeng melihat, tren busana muslim yang modern, stylish¸dan modis memang sedang in saat ini. “Model yang sedang in konsepnya simple dan tumpuk-tumpuk serta konsep color block dari bahan kaus, katun, dan sifon. Seperti dilakukan komunitas bernama Hijabers Community yang menampilkan style baru gaya muslimah Indonesia saat ini,” jelasnya. Beberapa style busana muslim ala Hijabers merupakan adaptasi perpaduan dari style fashion muslimah dari Timur Tengah.

Bergelut di dunia fashion menurut Heri Bisma harus memiliki konsistensi, dan mengupayakan ide-ide bagus untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. “Ada banyak aspek yang perlu dipikirkan agar produk yang dihasilkan diminati konsumen, di antaranya selalu mengikuti tren. Selain itu, juga harus berpikir global dalam arti walaupun tidak bisa menentukan spesialisasi dalam tahapan dari pembuatan awal hingga akhir tapi setidak-tidaknya harus mengetahui apa yang dikerjakan,” paparnya.

Ditambahkan oleh Fitri Aulia, Owner Kivitz dan Fitri Aulia Clothing bahwa tren busana muslimah ala Hijabers akan berada di puncaknya sampai 5 tahun mendatang. Dengan adanya Hijabers yang memberi kesan modis dan trendi, membawa dampak positif semakin banyak perempuan muslim yang mau memakai busana muslimah.

Pemasaran. Untuk memasarkan busana muslimah ala Hijabers, bisa menggunakan sarana  lewat pameran fesyen, website sendiri,  titip jual di butik, mal, bahkan titip jual di butik online juga efektif dilakukan. Salah satu situs belanja online khusus  fesyen muslimah HijUp.com bahkan menjadi salah satu sarana promosi produk fesyen kalangan desainer papan atas. “Saat ini ada sekitar 30 orang tenant situs belanja online saya dari kalangan desainer muda busana muslim yang karyanya sudah diakui di dunia fashion Indonesia. Seperti Ria Miranda, Casa Elana, Hannie Hananto, Rumod by Rida dari Riau, Kavi Indonesia by Kavita dan GDa’S by Ghaida dari Bandung, dan masih banyak lagi,” ujar Ajeng, pemilik HijUp.com. Menurut Ajeng, kebanyakan desainer yang menjadi tenant di HijUp.com juga memiliki butik sendiri.

Syarat produk fesyen busana muslimah untuk dipasarkan oleh situs belanja online, di antaranya modelnya harus berbeda dengan yang lain, dan sistem penjualan biasanya dilakukan secara konsinyasi (titip jual). Keuntungan yang diperoleh dengan titip jual pada situs belanja online adalah produsen tidak perlu repot mengenai display website karena akan ditangani oleh pengelola situs belanja

LEAVE A REPLY