Jakarta– Dukungan kepada Kapolri Jendral Tito Karnavian terus mengalir. Yang terbaru muncul dari Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon ( PB MDHW). Menurut Wakil Sekjen PB MDHW, Hakim Muzayyan, isu adanya penerimaan suap yang digulirkan oleh Amin Rais kepada Tito ini sarat dengan muatan politis. Amin Rais meminta kepada Presiden agar Tito diberhentikan sebagai Kapolri. Ditengah kinerja dan prestasi Polri yang sangat bagus tiba-tiba isu ini muncul.

Hakim melanjutkan, isu tersebut tidak memiliki landasan kuat. Apalagi indeks kepercayaan masyarakat meningkat drastis di bawah kepemimpinan Jendral Tito. Yang terbaru prestasi Polri dalam mengungkap hoaks Ratna Sarumpaet, yang membuat masyarakat kembali sadar dan tenang. Beberapa even internasional mulai Asian Games dan Asian Para Games membutuhkan kerja keras dari Polri. Even-even itu telah sukses dan menjadi sejarah bagi Indonesia dan khususnya dunia olah raga tanah air.

“Apa karena kemarin Kapolri sukses dan cepat mengungkap hoaks dan berita bohong Ibu Ratna Sarumpaet sehingga isu ini muncul. Di munculkan juga oleh Bapak Amin Rais yang ikut menjadi saksi penyebaran berita bohong itu. Ditengah kinerja yang bagus mari kita dukung bersama-sama agar ke depan Polri semakin baik lagi, ” tandas Hakim yang juga Wasekjen PB MDHW.

Hakim meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajarannya tetap fokus bekerja, melayani dan mengabdi untuk masyarakat, dan tidak terganggu isu murahan dari elit yang suka menciptakan kegaduhan. Isu dan desas desus aliran dana dari Basuki Hariman lantaran persoalan tersebut sudah selesai. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasito, Polri sudah meminta keterangan dari saudara Basuki Hariman mengenai hal tersebut. Basuki mengakui bahwa dirinya tidak pernah memberikan dana kepada Kapolda Metro Jaya yang ketika itu dijabat oleh Tito Karnavian.

Selain itu, pimpinan KPK juga sudah menegaskan tidak bisa menindaklanjuti isu tersebut, karena tidak memiliki bukti yang cukup kuat. Bukti berupa catatan yang disangkakan tidak cukup karena harus dikonfirmasi dengan pernyataan yang lain. Apalagi catatan-catatan itupun tidak ditemukan.

“Ini seperti ada usaha menciptakan hoaks terbaru menyerang Jenderal Tito Karnavian untuk di bully dan dihabisi di media dengan cara-cara yang tidak bermartabat. Ini jelas upaya untuk melakukan pembunuhan karakter (character assasination) , operasi terstruktur dan penggiringan opini agar masyarakat tidak percaya (distrust) lagi terhadap lembaga kepolisian. ” kata Hakim.

Sejauh ini kinerja polri dibawah kepemimpinan Pak Tito sudah sangat baik, Masih banyak tugas ke depan yang berat dan perlu dukungan semua pihak. Apalagi saat ini ada sejumlah even yang harus dikawal secara serius oleh kepolisian, seperti event internasional seperti Asian Para Games 2018, Annual Meeting IMF World Bank di Bali, Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, serta Pemilu Serentak 2019.

Sepatutnya semua prestasi kita apresiasi. Itu yang akan membawa energi positif dan optimisme. Kami dari Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon mendukung dan mendoakan Kapolri beserta jajarannya tetap Kuat dan bisa bekerja dengan sebaik-baiknya.

LEAVE A REPLY