Pelayanan yang terbaik kepada jamaah menjadi kunci sukses perkembangan usaha Malika Tours & Travel sejak berdiri pada 2007. Travel umrah dan haji yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1 Kel. Babakan, Cikokol, Tangerang, Banten di awal berdiri merupakan mitra Kementerian Agama yang melayani pemberangkatan jamaah haji reguler.

Pada saat itu belum ada pembukaan izin travel umrah dan haji baru sehingga mengambil alih travel umrah yang sudah tidak beroperasional di kota Bandung. Menurut H. Ahmad Zamzami selaku Direktur Operasional Malika Group, Malika Tours & Travel telah memiliki izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji (PIH).

Pada 2017 Alhamdulillah lambat laun Malika Wisata Utama kita ajukan dan dikeluarkan izin wisata dengan PT Malika Wisata. Sudah ada dua yaitu PT Gunawan Wisata dan PT Malika Wisata, jelasnya.

Di awal perkembangannya 10 tahun lalu, jumlah jamaah masih hitungan belasan untuk melayani jamaah haji. Dengan terus belajar dari pengalaman dan harga yang bersaing kini di setiap bulannya jamaah yang berangkat umrah sudah mencapai ribuan orang.

H. Ahmad Zamzami mengungkapkan perkembangan usaha Malika Tours & Travel yang cukup pesat sebetulnya didasarkan pada pemahaman bahwa ketika jamaah berangkat umroh tidak hanya sekedar berhijrah dari tanah air ke tanah suci. Namun ada pembaruan dari pelayanan yang diberikan melalui bimbingan ibadah di tanah suci sampai pulang kembali ke tanah air jamaah tetap menjalin silaturahmi dengan Malika Tours & Travel.

Hal itu membuat banyak keluarga jamaah yang jatuh cinta dengan Malika Tours & Travel hingga setiap bulan mereka umroh beserta keluarganya. Sekitar 60 sampai 70 persen jamaah yang pernah berangkat umrah bersama Malika Tours & Travel kemudian membawa keluarganya untuk kembali umrah. Malika Tours & Travel juga mengedepankan 5 Pasti yaitu pastikan travelnya berizin, pastikan penerbangan dan jadwal keberangkatan, pastikan program layananan, pastikan hotelnya, dan pastikan visanya.

Pemberian diskon harga juga banyak ditanyakan jamaah sehingga harga bersaing dan meskipun harganya murah namun tidak murahan. Untuk keberangkatan umrah selama satu tahun juga sudah dijadwalkan dengan beberapa penerbangan sehingga jamaah bisa langsung mengecek menggunakan aplikasi lalu memasukkan nomor paspornya.

Malika Tours & Travel menyediakan beberapa paket umrah mulai dari paket ekonomi, paket hemat sampai paket hotel berbintang dari kisaran harga Rp 20 jutaan sampai Rp 28 jutaan disesuaikan dengan budget jamaah. Saat ini Malika Tours & Travel juga sudah memiliki produk wisata muslim seperti ke Mesir dan Turki. Ke depannya Insya Allah akan menuju Masjid Al-Aqsa di Palestina untuk memenuhi permintaan jamaah.

Selama 10 tahun berdiri, Malika Tours & Travel telah melakukan ekspansi dengan membuka beberapa cabang. Saat ini mayoritas jamaah Malika Tours & Travel berasal dari Jabodetabek dan sudah banyak jamaah yang berangkat dari cabang di luar wilayah Jabodetabek seperti Jambi, Samarinda, Balikpapan, Palembang.

Dengan jumlah karyawan sebanyak 33 orang dari sebelumnya hanya 4 orang saja di awal usaha, sistem kekeluargaan terjalin sehingga karyawan merasa berada di kantor bukan tempat hanya jadi tempat untuk bekerja tetapi juga bisa dikatakan sebagai rumah kedua.

Kenyamanan harus dibangun di rumah kedua ini karena karyawan tidak hanya melayani jamaah yang pergi ke tanah suci namun sesama anggota keluarga di rumah kedua ini juga harus bersikap saling pengertian.

Setiap tahun Malika Tours & Travel selalu mengadakan temu alumni jamaah dengan mengumpulkan ketua alumni jamaah yang ditunjuk.

Dengan keaktifan mereka sendiri tentunya para jamaah sulit kalau kita akomodasi semua. Keterbatasan yang kita miliki juga dari segi komunikasi. Biasanya ketika jamaah haji sudah pulang dari tanah suci sekitar satu bulan kemudian kita adakan survey. Kalau untuk jamaah umrah mungkin nanti ada eventnya sendiri karena setiap bulan bisa sampai sekitar 20 keberangkatan. Untuk mengumpulkannya pun tidak hanya dari satu daerah umrah namun banyak juga dari luar daerah, papar H. Ahmad Zamzami.

LEAVE A REPLY