Jakarta – Wasekjen PKB Lukmanul Khakim disebut sebagai santri milenial yang cocok jadi menteri. Hal itu terungkap dari bedah hasil survei pakar/public opinion makers dengan tema “Berebut Menteri Milenial”, Siapa Paling Potensial?”, di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (21/7).

Dalam survei lembaga Arus Survey Indonesia yang dilaksanakan pada 26 Februari – 12 Maret 2019, nama Lukmanul Khakim dinilai sebagai sosok pemimpin milenial yang merepresentasikan seorang santri. Hal ini seperti yang disampaikan Prof Lili Romli, Peneliti Utama LIPI dalam acara bedah hasil survei tersebut.

Prof Lili Romli mengatakan, jika melihat dari peluang ke 10 figur milenilal partai yang masuk dalam radar survei pakar ASI tersebut, maka ada 3 nama yang cukup potensial, yakni Lukmanul Khakim (PKB), Taj Yasin dari (PPP) dan Pranada Surya Paloh (Nasdem). Ketiganya ini mewakili dari partai koalisi yang masuk ambang batas Parliamentary Threshold.

Menurut Prof Lili Romli, diantara 3 nama yang dianggap sebagai representasi generasi Milenial Partai tersebut, satu nama yakni Taj Yasin (PPP) sudah menjadi wakil gubernur Jawa Tengah, jadi tinggal 2 nama yang dianggap paling pantas mengisi kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin dari generasi Milenial Partai yakni Lukmanul Khakim dari PKB dan Prananda Surya Paloh dari Nasdem.

“Lukmanul Khakim merupakan sosok politisi muda dari NU yang cukup cerdas dan memiliki banyak prestasi. Ia juga sangat dekat dengan Ketua Umum PKB, jadi secara hitung-hitungan diatas kertas, Lukmanul Khakim sangat berpeluang mendapat rekomendasi dari Muhaimin Iskandar untuk mewakili generasi Milenial dari NU,” ungkap Prof Lili Romli.

Hadir dalam bedah hasil survei tersebut sebagai narasumber Prof. Dr. Lili Romli, M.Si (Peneliti Utama LIPI), Bhima Yudhistira (Ekonom INDEF) dan Ali Rif’an (Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia).

Menurut Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, mengatakan bahwa
penarikan 20 figur menial melalui tiga tingkatan, yakni masuk dalam radar survei pakar/public opinion makers Arus Survei Indonesia yang dilaksanakan pada 26 Februari 12 Maret 2019, analisis media (April-Juli 2019) dan analisis peluang (ada restu partai politik/ormas/kedekatan khusus dengan Jokowi).

LEAVE A REPLY