Foto : Ilustrasi

Hallomuslim.com – Tampil cantik disetiap moment menjadi dambaan bagi kebanyakan wanita, meski demikian wanita juga harus tetap jeli dalam memilih produk kosmetik. setidaknya pertimbangkanlah faktor kesehatan kulit dan ke halalan dari kosmetik tersebut.

Pendiri merek kosmetik Glow by Claudia di New York, Claudia Nour mengatakan akhir-akhir ini banyak wanita Muslim yang terkejut dan mengetahui bahwa kosmetik utama yang mereka biasa kenakan mengandung bahan yang dilarang dalam hukum Islam.

Saat ini, marak produk kosmetik yang mengandung materi turunan dari babi, mulai dari gelatin, keratin dan kolagennya. Ada pula yang mengandung alkohol yang bisa terserap masuk ke dalam kulit. Belum lagi berbagai bahan tambahan yang meski efektif untuk membersihkan namun membuat shalat jadi tak sah.

“Sejumlah besar wanita Muslim, terutama yang baru pindah keyakinan, tidak menyadari apa yang terkandung dalam make-up mereka. Beberapa mungkin curiga, tapi terlalu takut untuk mengkonfirmasi, mereka cenderung menyangkal karena berpikir tak punya alternatif lain,” ungkap Nour seperti dilansir dari publikasi Al Arabiya.

Namun para perempuan yang menyangkal bahwa kosmetik mereka mengandung zat yang tak Halal, saat menemukan ada kosmetik seperti produk Glow akan dengan senang hati mengubah kosmetik mereka. “Jika Anda memberi pilihan pada wanita Muslim, kosmetik yang halal dan non-halal, mereka akan memilih yang halal seterusnya,” ujarnya.

Tak heran diramalkan produk kosmetik halal akan meningkat 15 persen dalam empat tahun mendatang. Di kelompok produk kosmetika halal di Amerika selain Glow ada OnePure yang didirikan oleh wanita asal Dubai, Layla Mandi.

OnePure hanya mengikuti sertifikasi yang setara dengan pemrosesan makanan, sembari berkonsultasi dengan imam yang menginspeksi proses produksi dan bahan dasar sebelum memberikan persetujuan akan kehalalannya.

Sejumlah grup produsen kecantikan mulai memperhatikan pola konsumsi wanita Arab. Sebuah laporan dari Thomson Reuters pada 2015 menyebut total global belanja Muslim untuk produk kosmetik adalah $2 biliun tiap tahun, dengan harapan bisa meningkat dua kali lipat pada 2019 dengan nilai $3,7 biliun.

“Dengan kemungkinan angka ini bisa terus membesar, tak mengherankan jika produk kecantikan lain pun akan segera melirik pasar Muslim,” tandas Nour.

Selain itu, brand seperti Inglot, Wojooh, H by BCI dan Nail Inc pernah menjajal pasar Muslim ini dengan mengeluarkan produk cat kuku dalam kemasan sangat mungil. Jika umumnya cat kuku tidak tembus air karena lapisan anti-air, generasi produk baru ini memperbarui formula mereka dengan cat yang bisa membuat kuku tetap bernafas. Memungkinkan air bisa masuk ke permukaan kuku hingga aman untuk wudhu dan shalat.

Cat kuku tersebut tidak harus dibersihkan saat shalat atau diberi remover tapi justru lebih sehat, membuat kuku lebih kuat karena oksigen bisa mengalir dengan bebas ke permukaan kuku. Dengan banyak pilihan di pasar, para wanita, semakin banyak wanita yang bisa mendapatkan keuntungan dari produk kosmetik halal ini.

Tidak hanya wanita Musllim, wanita non-Muslim pun ternyata tertarik untuk membeli produk halal. Tak heran produk halal bermerek Nails Inc pun berkampanye untuk cat kuku mereka sebagai produk dengan komposisi yang lebih natural dibanding cat kuku biasa.

Cat kuku Nailpure merupakan produk revolusioner dengan oksigen kompleks yang membuatnya jadi halal, tapi produk ini juga bebas dari phtalates, formaldehyde, produk hewan dan toluene

LEAVE A REPLY