Guru-Guru Ma'had Al-Zaytun

Hallomuslim.com – Komisi VIII akan menindaklanjuti pengaduan guru-guru Ma’had Al-Zaytun dengan Menteri Agama dan Direktorat Pendidikan Islam, agar dapat dicarikan solusinya.

Ketua Komisi VIII Ali Taher mengatakan permasalahan ini harus segera ditindak lanjuti karena tidak bisa dibiarkan proses ketidakpastian ini berlangsung terus menerus. Hal ini akan berdampak pada hak dan kewajiban yang pada gilirannya nasib para siswa akan terabaikan.

“Persoalan ini agar diselesaikan secara kekeluargaan, silahturrahmi kembali agar dibicarakan dengan Yayasan. Sementara Komisi VIII secara kelembagaan akan bersama-sama dengan Menteri Agama dan Dirjen Pendidikan Agama Islam Senin pekan depan akan membahas dan mencarikan solusinya,” katanya Ali Taher, saat menerima pengaduan Guru-Guru Ma’had Al-Zaytun, di Gedung DPR RI, Kamis (19/1/2017).

Menurutnya, dinamika selalu ada, tetapi jangan mengorbankan anak didik karena persoalan yang tidak jelas. Anggota Komisi VIII Endang Maria Astuti mengatakan bahwa pemberhentian tenaga pengajar secara sepihak merupakan suatu tindakan yang kurang arif, semestinya hal ini dilakukan dengan proses musyawarah dan dikomunikasikan dengan baik.

“Komisi VIII akan melakukan Raker Menteri Agama dan Dirjen Pendidikan Agama Islam, dan akan memediasi, untuk membantu mencarikan solusi. Jika memungkinkan Komisi VIII akan melakukan peninjauan ke Ma’had Al-Zaitun.,” tegasnya.

Perwakilan para guru Ma’ahad Al-Zaitun Mustaqim menjelaskan banyak guru-guru yang didemisionerkan sebagai tenaga pengajar dan dan pejabat-pejabat struktural pendidikan secara sepihak. Padahal para guru tersebut telah diangkat sebagai guru tetap dan ber SK dari Yayasan tahun 1999.

“Seharusnya kami berada ditengah-tengah anak didik, dan keberadaan kami sebagai pengajar di Al- Zaytun resmi oleh Yayasan dan negara, yang terjadi, apabila kami ingin menjadi guru atau mengajar maka harus ikuti prosedur sedangkan prosedurnya kami harus melakukan permohonan untuk mengajar seperti guru yang baru melamar pekerjaan,” paparnya.

Padahal para guru tersebut telah mengajar sudah 17 tahun, sehingga menolak, dan nanti kalau sudah mengikuti prosedur dangan mengajukan permohonan lamaran, akan dikontrak selama 2 tahun, padahal sudah berstatus guru tetap. Selain itu, para guru juga merasa sedih dengan penghinaan yang dilakukan Panji Gumilang sebanyak dua kali dan dianggap sangat menyakitkan hati para guru

LEAVE A REPLY