Hallomuslim.com – Untuk mengenang tragedi bencana dahsyat Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, Pemerintah resmikan bangunan bersejarah Tugu Tsunami di Gampong/Desa Pasir Lhok Aron, kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Propinsi  Aceh.

Menurut Rachmad Fitri HD, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Barat, sebelumnya monumen tsunami itu memang telah dicanangkan sebagai salah satu monumen wisata daerah menjadi bahan kilas balik mengenang tragedi tsunami 12 tahun silam.

“Kita patut berbangga, bahwa Tugu Tsunami yang dibangun ini menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah berkunjung satu waktu melihat bagaimana gelombang tsunami itu,” katanya di Meulaboh, Senin (26/12)

Pembangunan monumen tugu Tsunami  ini hasil dari musyawarah desa, untuk mengenang kejadian dahsyat yang banyak menelan korban. Dengan adanya tugu tersebut, pihak pemerintah setempat berharap bisa menjadi ikon daerah dalam menarik wisata.

Pada area bibir pantai desa itu terbangun dua tugu bangunan kecil ditempatkan berjajar, satu tugu mengambarkan tonggak bersegi empat menjulang setinggi 7 meter dan di bagian depannya bergambarkan gelombang tsunami yang bertuliskan 603 nama korban warga desa setempat.

Dalam area tersebut saat ini sudah disediakan juga taman bermain, pondok-pondok tempat peristirahatan bagi pegunjung, dan bangunan itu masih dalam pemugaran untuk pengembangan sebagai lokasi wisata masyarakat lokal maupun dari luar.

Kepala Desa Pasir Lhok Aron, Romi Jaya Saputra, mengatakan, tugu tersebut dibangun dengan dana desa yang dikembangkan sebagai salah satu aset kampung dalam pengembangan perekonomian masyarakat.

Peresmian Tugu Tsunami dilakukan bertepatan pada peringatan ke-12 tahun gempa tsunami Aceh, masyarakat setempat juga melaksanakan acara mengenang tragedi tsunami 26 Desember 2004 dengan zikir dan doa bersama.

Pada peringatan 12 tahun gempa tsunami Aceh ini masyarakat di daerah itu diintruksikan mengibarkan bendera setengah tiang dan semua aktivitas masyarakat sejak pagi hingga siang hari dibatasi sebagai bentuk penghormatan.

Selain nelayan, kegiatan ekonomi lain seperti pasar ikan dan pertokoan seputar Meulaboh ditutup, masyarakat pada Senin (26/12) pagi menghadiri acara mengenang tsunami dipusatkan di makam massal Ujung Karang, Suak Indra Puri.

LEAVE A REPLY