Hallomuslim.com – Indonesia yang tergabung dalam Dewan Ulama Tarekat Indonesia (DUTI) akan menggelar pertemuan Ulama Tarekat se-ASEAN pada tanggal 1 sampai 2 April 2017 mendatang. Pertemuan ini rencananya akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Tasawuf Rabbni, Desa Koto Sani Kecamatan Sepuluh Koto Singkarak Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat menerima rombongan DUTI yang dipimpin oleh Tengku Syeikh Muhammad Ali Ar-Rabbani yang juga Mursyid Tarekat Qodiriyah Hanafiyah, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut menag, hal-hal yang dilakukan oleh para Ulama Tarekat ini sangat sejalan dengan visi dan misi Kemenag dalam menjaga persatuan dan perdamaian di Indonesia. “Sebagai perwakilan dari Pemerintah, sudah menjadi kewajiban Kemenag untuk mendukung kegiatan mulia ini, minimal Pemerintah memfasilitasi. Kami, Kementerian Agama mendukung pertemuan ini,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag mengatakan kegiatan tersebut menjadi hal yang sangat penting untuk mewadahi aspirasi ulama tasawuf di Indonesia dan ASEAN. “Kegiatan ini sangat penting. Untuk itu, jika diijinkan, kami akan menyampaikan langsung ke Bapak Presiden. Tapi semua tergantung Panjenengan semua,” kata Menag.

Dalam kesempatan sama, Tengku Syeikh Muhammad Ali Ar-Rabbani mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan perkembangan dari pertemuan sebelumnya yakni pertemuan Ulama Tarekat se Sumatera Barat yang menghasilkan DUTI. Dalam kegiatan yang akan mengangkat tema: Cinta Agama, Bela Negara tersebut, beberapa Ulama Tarekat dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura juga telah menyatakan kesediaannya untuk hadir.

“Saat ini kami masih menunggu konfirmasi dari Ulama Tarekat di Filiphina dan Thailand. InsyaAllah nanti akan kita deklarasikan Dewan Ulama Tarekat se-ASEAN. Ketua Jatman Habib Lutfi bin Yahya juga bersedia hadir,” imbuh Syeikh Ar-Rabbani.

Dalam silaturahim tersebut, didiskusikan sejarah perjalan para Ulama Tarekat dari Maroko Afrika Barat, Russia, China, India hingga Nusantara. Dibahas pula, bahwa ilmu pengetahun modern hingga saat ini belum mampu menjawab berbagai tantangan dan persolan zaman. Akibatnya, banyak masyarakat menjadikan tarekat sebagai alternatif.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas peran para Ulama Tarekat dalam mengislamkan dunia, berjuang memerdekakan banyak negara termasuk Indonesia. “Setelah itu, para ulama Tarekat menarik diri dari dunia, dari politik dan dari panggung. Sudah saatnya para ulama tarekat bangkit dan muncul kembali untuk berperan serta dalam membenahi bangsa, namun bukan untuk bermain politik,” imbuh Syeikh Muhammad Ali Ar-Rabbani.

Sebagai informasi, Dewan Ulama Tarekat Indonesia (DUTI) telah mendapatkan Akta pendirian Nomor 02 tanggal 11 Agustus 2016. DUTI juga telah mendapatkan pengesahan pemerintah pusat melalui   Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0071646.AH.01.07. Tahun 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI). Serta, kepengurusan pusat DUTI telah terdaftar pada Badan Keatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kota Tangerang Selatan Nomor 220/SKT/KESBANGPOLINMAS/ 2016.

LEAVE A REPLY