Habib Luthfi Bin Yahya

Majlis Talim Darul Hasyimi asuhan Maulana Al Habib Lutfi Bin Ali Bin Yahya dan Habib Bahauddin Alwy Bin Lutfi Bin Yahya menganjurkan jamaahnya di seluruh cabang MT Darul Hasyimi untuk mengikuti Umroh + Ziarah Imam Bukhori. Selain itu, Habib Luthfi yang juga Rais Am JATMAN (Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah) menganjurkan untuk ziarah Maqam Imam Bahauddin An Naqsabandy Uzbekistan bersama Mecca Tours & Travel.

Habib Bahauddin Alwy Bin Lutfi Bin Yahya

Mecca Tours & Travel akan mulai memberangkatkan jamaah program Umroh Favorit ini di bulan Februari 2019, kata Direktur Utama Mecca Tours & Travel, H. Yasin Hidayat LC kepada Tim Majalah Rindu Kabah di Jakarta, Rabu (7/11/18).

Imam Bukhari

Imam Bukhari, adalah ahli hadis dan perawi hadis shoheh yang masyhur di antara para ahli hadis sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam buku-buku fiqih dan hadis, hadis-hadisnya memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam hal ilmu hadis). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Karena lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah; dia dikenal sebagai al-Bukhari. Dengan demikian nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Jufi al-Bukhari. Ia lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Tak lama setelah lahir, dia kehilangan penglihatannya.

Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.

Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadis yang masyhur di Bukhara. pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, di mana di kedua kota suci itu dia mengikuti kajian para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabiin, hafal kitab-kitab hadis karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik.

LEAVE A REPLY