Istimewa

Hallomuslim.com – Saat pertama kali anda Berada di Tanah Suci sebaiknya menjaga diri dengan baik serta harus ekstra waspada. Karena di Tanah Suci bukan berarti segala sesuatu selalu terjamin keamanannya. Jika kita lengah, maka bisa saja  kita akan jadi korban kejahatan.

Sudah banyak kasus kejahatan yang menimpa jamaah umrah asal Indonesia, mulai dar di copet, di todong, ditipu dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, para jamaah haji maupun umrah patut waspada dan mawas diri supaya terhindar dari segala aspek yang mengandung modus kejahatan. Salah satunya adalah ketika akan naik taksi.

Pada dasarnya, pihak travel sudah menyediakan bus untuk bepergian bagi jamaah haji maupun umrah namun masih saja jamaah ingin bepergian sendiri naik taksi. Karena aturan Budaya di Arab Saudi berbeda dengan aturan serta Budaya di Indonesia maka cara naik taksi di Arab Saudi-pun berbeda dengan cara naik taksi di Indonesia.

Berikut tips Aman naik taksi di Arab Saudi berdasarkan dari pengalaman para Jamaah Haji dan Umroh asal Indonesia

1. Sepakati tarif sebelum naik taksi
Sebelum naik taksi di Arab Saudi alangkah baiknya terlebih dahulu kita sepakati berapa tarif naik taksi sampai dengan tujuan yang akan kita tuju tersebut. Karena meskipun sebagian taksi di Arab Saudi menggunakan sistem Argo, tapi lebih banyak taksi di Arab yang menggunakan sistem borongan, sehingga kesepakan tarif naik taksi sejak awal sangat penting kita lakukan agar kita tidak terjebak masalah mahalnya harga naik taksi.

2. Pastikan sopir taksi paham wilayah
Pastikan sopir taksi yang akan anda gunakan memahami wilayah / daerah dimana yang akan dituju, hal ini juga sangat penting agar kita tidak terjebak dan diajak berputar-putar yang tidak tentu arah saat kita naik taksi di Arab Saudi nanti.

3. Jangan bepergian sendiri
Kebanyakan taksi di Arab Saudi khususnya di sekitar Masjidil Haram memberlakukan sistem ‘ramai-ramai’ yang artinya dalam 1 taksi dinaiki bersama 4-5 orang. Tentunya kurang nyaman bagi kita jika menaiki taksi tapi berdesakan dengan orang yang tidak kita kenal apalagi ada yang lawan jenis dan bukan mahrom kita.

Untuk menghindari hal yang kurang nyaman tersebut, lebih baik jika kita bepergian sekalin secara berkelompok 4-5 orang dengan Jamaah satu rombongan kita, dan tentunya jauh lebih baik lagi jika salah satu dari kawan kita tersebut ada yang sudah punya pengalaman naik taksi di Arab Saudi.

4. Selalu bawa tanda pengenal
Saat bepergian dan berpisah dengan rombongan jamaah, jangan pernah lupa selalu membawa tanda pengenal / ID Card kemanapun pergi. Karena tanda pengenal memiliki beberapa fungsi, pertama tanda pengenal adalah identitas jamaah selama di tanah suci sebab KTP yang kita punya tentu tidak berlaku di Arab Saudi sementara paspor kita biasanya ditahan dan dibawa oleh pihak Travel atau kepala rombongan.

Kedua, saat bepergian ternyata tersesat atau salah jalan, kita bisa bertanya kepada Polisi atau siapapun dengan menunjukkan Tanda pengenal kita tersebut, karena di tanda pengenal tersebut biasanya dicantumkan nama Hotel tempat kita menginap baik Hotel di Mekkah maupun Hotel di Madinah.

5. Bagi jamaah perempuan
Bagi para jamaah haji maupun umrah perempuan, saat akan bepergian dengan naik taksi di Arab jangan pernah bepergian sendiri tanpa didampingi oleh Mahrom karena akan sangat berpotensi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Begitu pula saat naik taksi, usahakan laki-laki naik terlebih dahulu baru kemudian perempuan, sebaliknya saat akan turun dari taksi perempuan harus turun terlebih dahulu baru kemudian laki-laki, sebab sudah banyak kejadian saat laki-laki sudah turun namun perempuan masih di dalam maka perempuan tersebut dibawa lari oleh sopir taksi tersebut.

LEAVE A REPLY