Istimewa

Hallomuslim.com – Dalam rangka berpartisipasi membentuk keluarga yang berkualitas, Pondok Pesantren Al-Hikam Kota Depok, Jawa Barat, mengumpulkan para ulama pimpinan pesantren se-Jabodetabek. Upaya dalam menggandeng ulama ini karena kemampuannya dalam menyeleksi dan sebagai 'mercusuar' bagi umat.

Dalam acara yang dihadiri 87 perwakilan ulama dan kiai pimpinan tersebut, juga dihadiri pengasuh Pesantren Al-Hikam KH Hasyim Muzadi dan Kepala BKKBN Surya Candra Surapaty

Lurah Pondok Pesantren Al-Hikam Ust Yusron mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan kegiatan Penguatan Program Kependudukan Keluarga Berencana Dan Pembangunan Keluarga Bagi Ulama. "Kita ingin mengadvokasi atau turut serta mengkampanyekan program pemerintah dalam membentuk keluarga yang lebih berkualitas. Di sini, tujuan BKKBN tidak berhenti pada membatasi jumlah angka kelahiran," katanya.

Namun, dalam rangka membentuk keluarga dan masyarakat Indonesia yang berkualitas ini sebenarnya sudah sesuai dengan visi Islam yang menyatakan Allah lebih mencintai orang mukmin yang kuat dari pada yang lemah. Yusron mengungkapkan, dalam membentuk keluarga yang berkualitas sangat tepat menggandeng para ulama dan kiyai. 

Pasalnya, bersama dengan program yang dijalankan pemerintah bisa memberikan masukan seperti diperbolehkan atau tidaknya tahdzibunnasl secara syariat Islam. Apalagi, saat ini, masyarakat lebih mendengar perkataan ulama. 

Untuk itu, pihaknya kembali mengajak masyarakat sebagai upaya menawarkan bahwa proram Keluarga Berencana (KB) fokus dua anak adalah untuk peningkatan kualitas keluarga. "Peningkatan kualitas keluarga tampak pada nilai ruhani, karakter, pendidikan, waktu yang berkualitas bagi keluarga dan lainnya. 

Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Depok H Chaerul Anwar mengapresiasi acara tersebut karena meneguhkan kembali peran ulama dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan pemahaaman dan penyadaran pentingnya keluarga berencana. 

Lanjut lagi dari Chaerul Anwar, bahwa perencanaan tersebut juga mulai dari usia pernikahan, kelahiran dan lainnya. Sehingga, diharapkan bisa menjadikan keluarga yang berkualitas sesuai dengan tuntunan agama Islam. Diharapkan dengan perencanaan keluarga yang baik diharapkan bisa membentuk keluarga yang berkualitas dan bahagia.
 

LEAVE A REPLY