Foto : Hallomuslim

Hallomuslim.com – Embrio berdirinya sekolah perempuan ini bermula dari pelatihan menulis yang dirintis oleh Anna Farida sejak tahun 2010. Karena melihat potensi keuntungan serta minat masyarakat yang begitu besar, pada tahun 2013 wanita yang akrab disapa Anna ini pun mendirikan sebuah usaha yang dinamakan Sekolah Perempuan. “Minat khusus saya pada pendidikan perempuan membuat saya ingin membagikan wawasan dan keterampilan menulis dengan metode yang unik. Artinya, metode belajar yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan perempuan, terutama ibu rumah tangga,” jelas Anna.

Lebih lanjut wanita kelahiran Surakarta Jawa Tengah ini mengatakan, di Indonesia ini banyak sekali terdapat perempuan dengan aneka potensi yang sangat luar biasa, namun karena tanggung jawabnya dalam mengurusi rumah tangga, akhirnya potensi tersebut tidak tergali dengan maksimal. “Karenanya, saya berharap agar kegiatan Sekolah Perempuan ini bisa menemani perempuan untuk tetap sehat secara mental, produktif secara intelektual, sosial, dan kaya secara financial,” tambahnya.

Dalam menjalankan usahanya ini, Anna memiliki target semua perempuan yang telah didiknya harus bisa menyelesaikan satu naskah buku siap terbit dalam jangka waktu tiga bulan. Selain memberikan bekal pelatihan menulis, Anna juga menerapkan prinsip kekeluargaan antara semua peserta sekolah. “Setelah para peserta tersebut selesai/menamatkan pendidikannya, kami tetap selalu memberi pembinaan yang berkelanjutan, hal ini bertujuan agar tali silaturrahmi yang telah kami bangun bisa terjaga selamanya,” ucap Anna.

Modal awal yang dikeluarkan Anna untuk membangun usaha ini tidak banyak. Hanya dengan modal sekitar Rp 3 juta yang digunakan untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk proses belajar mengajar. Sedangkan tempat usaha, Anna masih memanfaatkan rumahnya sebagai sekolah. Adapun untuk kebutuhan selanjutnya, seperti biaya operasional, honor pengajar, promosi serta dana pengembangan ia ambil dari biaya pendaftaran dan pembayaran para peserta sekolah. Menurut Anna, modal yang paling penting adalah kredibilitas para pengelola dan para tenaga pengajar.

Biaya Pendidikan. Ada tiga jenis paket kelas, yakni program kelas pelatihan menulis tiga bulan, progam pelatihan training menulis  in house training untuk perusahaan ataupun instansi serta paket menulis privat, dengan biaya yang bervariasi. Paket tiga bulan sebesar Rp 1,5 juta. Dengan biaya tersebut para peserta akan dibina mentor yang berpengalaman selama dua kali setiap minggu dengan durasi waktu dua jam tiap pertemuan. Setelah program tiga bulan selesai, para peserta sekolah nantinya juga akan mendapat sertifikat sebagai bukti bahwa peserta tersebut telah selesai menempuh pendidikan di sekolah perempuan. “Dalam program ini, kami juga memiliki target untuk semua peserta pelatihan harus bisa menyelesaikan satu naskah buku siap terbit dalam jangka waktu tiga bulan,” jelasnya.

Sedangkan paket progam in house training untuk perusahaan atau instansi, Anna mematok tarif sebesar Rp 20 juta. Perusahaan atau instansi akan dilatih selama dua hari penuh, selain itu para peserta juga akan mendapat fasilitas berupa modul, materi kepenulisan, naskah siap olah, serta coaching lanjutan untuk satu bulan.

Terakhir adalah paket pelatihan menulis privat selama satu hari penuh dengan biaya Rp 6 juta. Untuk pelatihan privat menulis ini fasilitas yang akan didapatkan peserta juga hampir sama dengan paket in house training di perusahaan yakni modul, materi  kepenulisan, naskah siap olah, coaching lanjutan satu bulan.

Materi Sekolah. Materi pembelajaran yang dipakai sekolah peremuan ini meliputi, menangkap serta mengelola ide untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, kemudian membuat outline naskah, teknik menulis novel atau cerpen bagi para pemula, riset dalam penulisan, cara membuat kalimat dan paragraf sesuai dengan standar penerbit, writer blocks dan manajemen waktu, cara membidik pasar buku, editing dan revisi, teknik membuat proposal  naskah ke penerbit, promosi buku sebelum dan sesudah terbit, proses penerbitan buku hingga materi mengenai branding bagi penulis.

Proses Pembelajaran. Kecintaanya terhadap dunia tulis, ternyata membuat Anna merasa asyik menekuni bisnis usaha sekolah ini. “Karena kecintaan saya dalam dunia tulis, membuat saya bisa belajar untuk menulis, bisa belajar untuk mengajar serta bisa belajar untuk memahami prinsip-prinsip dari setiap pembelajaran yang sudah saya kelola,” ucapnya.

Dalam proses pembelajaran sekolah perempuan, Anna lebih mengedepankan pada praktik dari pada teori dan tentunya juga menyesuaikan dengan karakter para murid. Dalam proses belajar mengajar, Anna menggunakan dua jenis kelas, yakni kelas tatap muka dan kelas online. Untuk sistem kelas tatap muka, para peserta akan dilatih memunculkan sebuah ide yang sudah dirangsang melalui berbagai macam media dan kemudian dituangkan dalam sebuah bentuk tulisan. Adapun untuk peralatan yang digunakan dalam proses belajar kelas tatap muka ini adalah ruang kelas, meja, kursi, laptop, projektor, layar dan sound system.

Sedangkan untuk kelas online, Anna menawarkan kenyamanan dalam belajar tanpa harus datang ke lokasi sekolahan, karena para peserta bisa langsung mengakses proses berjalannya belajar mengajar dalam bentuk web streaming.  Untuk mengikuti kelas online ini, para peserta terlebih dulu membayar biaya langganan untuk ruang webinar. Sedangkan mengenai peralatan yang digunakan juga cukup simple, yakni hanya butuh sambungan internet dan media komputer atau pun laptop.

Dalam membangun usahanya ini Anna dibantu oleh 12 orang karyawan yang terdiri dari kepala sekolah, 4 tenaga pengajar, 1 bidang kehumasan, 1 bidang keuangan, 2 bidang riset, 2 bagian kurikulum dan 1 bagian kesiswaan. “Semua yang dilibatkan dalam manajemen ini benar-benar memiliki kualifikasi memadai sebagai pengajar dan penanggung jawab bidang masing-masing,” jelasnya. Adapun mengenai gaji, Anna menerapkan sistem bagi hasil dengan persentase sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

LEAVE A REPLY