Hallomuslim.com – Aktivis lintas generasi yang tergabung dalam aktivis pro demokrasi, menyampaikan kekecewaannya terhadap presiden Jokowi.

Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap sudah terang-terangan tidak melaksanakan perintah Undang-undang (UU). Karena, walaupun Ahok sudah menjadi terdakwa kasus penistaan agama, Presiden Jokowi tidak kunjung menonaktifkan Ahok.

“Karena dengan tidak memberhentikan sementara Ahok, Presiden Jokowi telah nyata melakukan tindakan yang melanggar hukum dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” kata Juru bicara Aktivis lintas generasi pro demokrasi ‎Jansen Sitindaon di Kawasan Epicentrum, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (12/2/2017)

Jansen juga kembali mengaskan, bahwa pada kasus mantan Gubernur Banten dan Sumatera Utara, pasca keluarnya Surat Register Perkara yang menyatakan kedua gubernur tersebut sebagai Terdakwa, Presiden Jokowi langsung mengeluarkan Surat Pemberhentian Sementara.

Terkait dengan kasus sejenis, Jansen mengungkapkan Nomor Register Perkara 1537/PidB/2016/PNJakut atas nama Ir. Basuki Tjahaya Purnama yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menyatakan Ahok sebagai TERDAKWA, seharusnya sudah cukup menjadi dasar dan bukti bagi Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Keputusan Pemberhentian Sementara Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

“Atas tindakannya ini, kami menduga Presiden Jokowi telah melakukan tindakan diskriminatif dan pelanggaran konstitusi dengan tidak memberlakukan kebijakan yang sama sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Mereka juga mempertanyakan sikap Presiden Jokowi yang tidak memberhentikan sementara Ahok dari jabatan gubernur DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, para Aktivis Lintas Generasi ini mendesak DPR segera menggunakan hak angket untuk menyelidiki keputusan pemerintah yang mengaktifkan kembali Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur DKI Jakarta setelah cuti kampanye berakhir.

LEAVE A REPLY