Istimewa

Hallomuslim.com – Adanya konflik yang terus berkelanjutan antara tentara setempat dengan kelompok etnis bersenjata di Myanmar, belasan ribu warga etnik Rohingya

denganmelarikandirimelalui  perbatasan Myanmar ke China.

Adapula sekitar 2.400 orang lainnya juga telantar di utara negara bagian Shan sejak 20 November lalu, ketika sebuah koalisi yang terdiri atas empat pemberontak menyerang militer dan pos-pos polisi. Puluhan orang juga tenggelam ketika mencoba untuk menyeberangi sungai yang memisahkan Myanmar dari Malaysia.

Sementara itu, setidaknya 30 ribu orang juga telah mengungsi di negara bagian Rakhine, sejak terjadinya bentrok di perbatasan antara polisi dan pemberontak. Ribuan Rohingya pun kini telah menemukan tempat berlindung di Bangladesh.

“Akses bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak konflik di negara bagian utara Kachin dan Shan semakin parah. Kondisi ini tak kunjung membaik,” kata Juru Bicara Koordinasi Kemanusiaan PBB (OCHA) di Myanmar, Pierre Peron, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu 21 Desember 2016.

Melihat hal ini, para pengamat khawatir bahwa pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi yang terbilang “muda,” tidak akan bisa mengendalikan tentara yang masih mempertahankan kekuasaan politik dan bebas dari pengawasan sipil.

Kritikus bahkan menuduh Suu Kyi menutup mata terhadap penderitaan etnis minoritas Rohingya, yang menghadapi diskriminasi dari pemerintah selama beberapa dekade.

“Akses kemanusiaan ke daerah-daerah konflik di Kachin dan Shan semakin memburuk di setiap titik dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini pada akhirnya memengaruhi kemampuan organisasi kemanusiaan untuk memberikan bantuan kemanusiaan untuk puluhan ribu pengungsi dan orang-orang yang terkena dampak konflik lainnya,” ujar Peron.

Seorang pejabat kepolisian Myanmar yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah bentrok dengan kelompok bersenjata di Shan utara setidaknya 170 kali dalam satu bulan terakhir.

 

LEAVE A REPLY